Pages

Senin, 03 Maret 2014

Sosiologi, Psikologi & Antropologi

             Sosiologi
    1. Allan Jhonson mengatakan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.
    2. Emile Durkheim mengatakan sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu.
    3. Max Weber mengatakan sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial
    4. Pitirim Sorokin mengatakan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.
    5. Roucek & Waren mengatakan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok sosial.
    6. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi mengatakan sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.
    7. Soejono Sukamto mengatakan sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.
    8. Soerjono Soekanto mengatakan sosiologi adalah ilmu yang kategoris, murni, abstrak, berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris, serta bersifat umum.
    9. William Kornblum mengatakan sosiologiadalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.
    10. William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf mengatakan sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, dapat dipahami yang dimaksud dengan sosiologi  adalah suatu kajian ilmu tentang tingkah laku manusia di dalam kelompok mengenai fakta-fakta sosial atau kenyataan yang berisikan cara bertindak, cara perpikir dan cara merasakan sesuatu.
Psikologi 
Filsafat adalah hasil akal manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya. Dalam penyelidikannya, filsafat memang bertengkar dari pada yang dialami manusia, karena tak ada pengetahuan jika tidak bersentuhan lebih dahulu dengan indra, sedangkan ilmu yang hendak menelaah hasil pengindraaan itu tidak mungkin mengambil keputusan dengan menjalankan pikiran, tanpa menggunakan dalil dan hukum pikiran yang tidak mungkin dialaminya. Bahkan pikiran manusia itu ada serta mampu mencapai bagaimana budi manusia dapat mencapai kebenaran itu.

Sebaliknya, filsafat pun memerlukan data dari ilmu. Jika, ahli filsafat manusia hendak menyelidiki manusia itu serta hendak menentukan apakah manusia itu, ia memang harus mengetahui gejala tindakan manusia. Dalam dengan hasil penyelidikannya. Kesimpulan filsafat tentang kemanusiaan akan sangat pincang dan mungkin jauh dari kebenaran jika tidak menghiraukan hasil psikologi (Poedjawijatna, 1991).

Dalam berbagai literatur disebutkan, sebelum menjadi disiplin ilmu yang mansiri, psikologi memiliki akar-akar yang kuat dalam ilmu kedokteran dan filsafati yang hingga sekarang masih tampak pengaruhnya. Dalam ilmu kedokteran, psikologi berperan menjelaskan apa-apa yang berfikir dan terasa oleh organ-organ biologis (jasmaniah). Adapun dalam filsafati yang memecahkan masalah-masallah rumit yang berkaitan dengan akal, kehendak, dan pengetahuan.



Bruno, seperti dikutip Syah (1995:8), membagi pengertian psikologi dalam tiga bagian yang pada prinsipnya saling berhubungan. Pertama, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “roh'. Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidupan mental', Ketiga, Psikologi adalah ilmu pengetahun mengenai :roh”, Kedua,psikologi adalah ilmu pengetahuan “mengenai mental”, Ketiga psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.



Pengertian pertama merupakan definisi yang paling kuno dan klasik (bercita rasa tinggal dan bersejarah) yang berhubungan dengan filsafati Plato (427-347 SM) dan Aristoteles (384-322 SM). Mereka menganggap bahwa kesadaran manusia berhubungan dengan rohnya. Oleh karena itu, studi mengenai kesadaran dan proses mental manusia merupakan bagian dari studi tentang roh.

Antropologi

Pengertian Antropologi
Salah satu cabang Ontologi adalah Antropologi. Antropologi merupakan filsafat yang membahas tentang manusia. Antropologi mempersoalkan siapakah manusia itu? Apa hakikat manusia? Bagaimanakah hubungannya denga alam dan sesamanya ?

Pendapat Filsuf tentang Manusia
1. Pytagoras
Pytagoras mengajarkan keabadian jiw amansuia dan perpindahannya ke dalam jasad hewan apabila manusia telah mati, dan jiwa hewan itu mati akan berpindah lagi ke jasad lainnya, demikian seterusnya.
2. Demokritus (460-370 SM)
Demokritus mengajarkan bahwa manusia adalah materi. Jiwapun adalah materi yang terdiri atas atom-atom.
3. Plato (428-348)
Plato mengajarkan bahwa manusia terdiri atas tubuh dan jiwa. Tubuh adalah musuh jiwa. Tubuh penuh dengan berbagai kejahatan. Jiwa berada dalam tubuh yang demikian itu, sehingga tubuh merupakan penjara bagi jiwa.
4. Aritoteles (384-322)
Aritoteles menyatakan bahwa manusia meruakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Tubuh dan jiwa hanya merupakan dua segi dari manusia yang satu. Pada saat manusia mati, baik tubuh maupun jiwa, mati.
5. Descartes (1596-1650)
Descartes menegaskan bahwa tubuh dan jiwa adalah dua hal yang sangat berbeda dan harus dipisahkan. Tubuh adalah suatu mesin yang terdiri dari bagian-bagian yang kompleks. Dan jiwa adalah sesuatu yang tidak berbagi, tidak terbatasi oleh ruang dan waktu. Jiwa ditandai oleh berfkir.
6. George Berkeley (1685-1753)
Ia berpendapat bahwa jiwa manusia adalah pusat segala realitas yang tampak. Ia menolak materi, ia seorang spiritualis.
7. Feuerbach
Kata dia, dibalik alam tidak ada Allah. Di balik tubuh tidak ada jiwa. Ia bukan materialisme tapi organisme.
D. Kebenaran Yang Hakiki
Kita mesti menghargai pemikiran manusia, sesuai dengan proporsinya. Memberikan sangkalan dan bantahan dengan logis. Atau dukungan sewajarnya. Yang kita hargai, bukan isi dari pemikirannya. Tapi aktivitas berfikirnya itulah yang kita hargai. Sebab, kalau berbicara isi, maka tidaklah akan ada pemikiran manusia yang menyamai firman Alloh. Firman Allah itulah yang final dan hakiki atas penjelasannya tentang manusia.
Sumber 

Manusia dalam wacana filosofis, Juneman, S.Psi.,C.W.P. Mercu Buana, 2000.
http://dwicitranurhariyanti.wordpress.com/tugas-kuliah/10-pengertian-psikologi-budaya-filsafat-sosiologi/
http://kulpulan-materi.blogspot.com/2012/03/hubungan-psikologi-dengan-filsafat.html
http://filsafatindonesia1001.wordpress.com/2009/08/01/filsafat-antropologi/

6 komentar:

Fadhil Rafawan mengatakan...

bagus nih isinya, bisa menambah wawasan

imanrahdana mengatakan...

wah luar biasa banget isi blognya, disini dijelasin semua tetang ketiga aspek tsb. Good Job.

Ayu Andari R mengatakan...

Bagus isinya menarik :D

Unknown mengatakan...

isinya bagus, tampilannya menarik

Unknown mengatakan...

isinya bagus,diulas secara gablang jdi tidak membingungkan ;D

Unknown mengatakan...

Isi dari blog tersebut bgs krn menjelaskan pengertian2nya dari tokoh2 tersebut dan menjelaskan secara luas

Posting Komentar