Pages

Selasa, 25 Maret 2014

HUKUM ABADI 

       Hukum abadi adalah asal dan mata air hukum Kodrat yang sebagian ada di dalam hukum abadi. Hukum Kodrat dinyatakan secara pasif di dalam Kodrati manusia. Hukum Kodrat ini ditarik oleh cahaya budi yang merefleksikan kecenderungan-kecenderungan itu, dan setiap orang mempunyai kecenderungan-kecenderungan untuk sebuah tujuan. 

     Hukum Kodrat adalah keseluruhan dari perintah-perintah budi yang benar berhubungan dengan kodrat yang harus dikejar yaitu kebaikan dan kodrat yang harus dihindari yaitu kejahatan. Budi manusia secara teoretis, dapat sampai kepada pengetahuan mengenai perintah ini. Tetapi karena pengaruh nafsu, keinginan yang menyesatkan manusia, dan mereka semua tidak mempunyai waktu, kemampuan maupun kesabaran untuk menemukan seluruh hukum kodrat bagi mereka sendiri. Seperti allah mewahyukan hukum adikodrati di atas hukum kodrat."Karena manusia ditentukan untuk tujuan kebahagiaan abadi, yang melampaui kemampuan fakultas kodrati manusia, maka perlulah bahwa di samping hukum kodrat dan hukum manusia ia harus diarahkan kepada tujuannya oleh hukum yang diberikan secara illahi". 
     Hukum Moral adalah sebagaimana adanya itu ialah sebab allah. dan tidak dapat diubah berdasarkan allah sendiri. 

Teori politik 
  
  Aquinas, negara merupakan suatu lembaga kodrati yang berdasarkan pada kodrat manusia. pada awal De REgimine Principum ia berpendapat bahwa setiap ciptaan mempunyai tujuannya sendiri, dalam pencapaiannya mereka secara kepercayaa atau instingtif. Tetapi manusia bukanlah makhluk individual yang yang terisolir dalam mencapai tujuannya secara individual dengan menggunakan budinya sendiri. 

  Secara Kodrati manusia adalah makhluk sosial atau politik yang hidup bermasyarakat bersama teman-temannya. 
Dibandingkan dengan binatang, manusia lebih membutuhkan masyarakat. Alam telah melengkapi binatang dnegan pakaian, cara untuk mempertahankan diri, dst. tetapi manusia tidak. Manusia perlu melengkapi dirinya dengan budi yang hanya bisa dipenuhi melalui bekerja sama dengan manusia lain. Jadi, kodrat sosial manusia adalah fakultasnya untuk menyatakan ide melalui medium bahasa, sedangkan binatang melalui kode-kode. 

Maka, masyarakat adalah hal kodrati bagi manusia begitu juga pada pemerintahan. Seperti manusia yang hancur ketika prinsip yang menyatukan dan mengontrolnya (jiwa) meninggalkan badan itu, demikianlah masyarakat manusia juga hancur jika masing-masing anggota hanya memikirkan dirinya sendiri. Hal ini bisa dihindarkan dengan memikirkan kepentingan umum dan dan mengarahkan dengan tujuan terwujudnya kepentingan umum. 




Rabu, 19 Maret 2014

AGAMA

ISLAM





Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, dengan 85% dari jumlah penduduk adalah penganut ajaran Islam. Mayoritas Muslim dapat dijumpai di wilayah barat Indonesia seperti di Jawa dan Sumatera. Sedangkan di wilayah timur Indonesia, persentase penganutnya tidak sebesar di kawasan barat. Sekitar 98% Muslim di Indonesia adalah penganut aliran Sunni. Sisanya, sekitar dua juta pengikut adalah Syiah (di atas satu persen), berada di Jawa 
Sejarah Islam di Indonesia sangatlah kompleks dan mencerminkan keanekaragaman dan kesempurnaan tersebut kedalam kultur. Pada abad ke-12, sebagian besar pedagang orang Islam dari India tiba di pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Hindu yang dominan beserta kerajaan Buddha, seperti Majapahit dan Sriwijaya, mengalami kemunduran, dimana banyak pengikutnya berpindah agama ke Islam. Dalam jumlah yang lebih kecil, banyak penganut Hindu yang berpindah ke Bali, sebagian Jawa dan Sumatera. Dalam beberapa kasus, ajaran Islam di Indonesia dipraktikkan dalam bentuk yang berbeda jika dibandingkan dengan Islam daerah Timur Tengah.
Ada pula sekelompok pemeluk Ahmadiyah yang kehadirannya belakangan ini sering dipertanyakan. Aliran ini telah hadir di Indonesia sejak 1925. Pada 9 Juni 2008, pemerintah Indonesia mengeluarkan sebuah surat keputusan yang praktis melarang Ahmadiyah melakukan aktivitasnya ke luar. Dalam surat keputusan itu dinyatakan bahwa Ahmadiyah dilarang menyebarkan ajarannya.
                                                                          KRISTEN

Kristen Protestan berkembang di Indonesia selama masa kolonial Belanda(VOC), pada sekitar abad ke-16. Kebijakan VOC yang mereformasi Katolik dengan sukses berhasil meningkatkan jumlah penganut paham Protestan di Indonesia. Agama ini berkembang dengan sangat pesat pada abad ke-20, yang ditandai oleh kedatangan para misionaris dari Eropa ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti di wilayah barat Papua dan lebih sedikit di kepulauan Sunda. Pada 1965, ketika terjadi perebutan kekuasaan, orang-orang tidak beragama dianggap sebagai orang-orang yang tidak ber-Tuhan, dan karenanya tidak mendapatkan hak-haknya yang penuh sebagai warganegara. Sebagai hasilnya, gereja Protestan mengalami suatu pertumbuhan anggota.
Protestan membentuk suatu perkumpulan minoritas penting di beberapa wilayah. Sebagai contoh, di pulau Sulawesi, 17% penduduknya adalah Protestan, terutama di Tana Toraja, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara. Sekitar 75% penduduk di Tana Toraja adalah Protestan. dibeberapa wilayah, keseluruhan desa atau kampung memiliki sebutan berbeda terhadap aliran Protestan ini, tergantung pada keberhasilan aktivitas para misionaris.
Di Indonesia, terdapat tiga provinsi yang mayoritas penduduknya adalah Protestan, yaitu Papua, Maluku,dan Sulawesi Utara dengan 90%,91%,94% dari jumlah penduduk. Di Papua, ajaran Protestan telah dipraktikkan secara baik oleh penduduk asli.Di Ambon, ajaran Protestan mengalami perkembangan yang sangat besar. Di Sulawesi Utara, kaum Minahasa, berpindah agama ke Protestan pada sekitar abad ke-18. Saat ini, kebanyakan dari penduduk asli Sulawesi Utara menjalankan beberapa aliran Protestan. Selain itu, para transmigran dari pulau Jawa dan Madura yang beragama Islam juga mulai berdatangan. Sepuluh persen lebih-kurang; dari jumlah penduduk Indonesia adalah penganut Kristen Protestan.
                                                                              HINDU

Kebudayaan dan agama Hindu tiba di Indonesia pada abad pertama Masehi, bersamaan waktunya dengan kedatangan agama Buddha, yang kemudian menghasilkan sejumlah kerajaan Hindu-Buddha seperti Kutai, Mataram dan Majapahit. Candi Prambanan adalah kuil Hindu yang dibangun semasa kerajaan Majapahit, semasa dinasti Sanjaya. Kerajaan ini hidup hingga abad ke 16 M, ketika kerajaan Islam mulai berkembang. Periode ini, dikenal sebagai periode Hindu-Indonesia, bertahan selama 16 abad penuh.
Hindu di Indonesia berbeda dengan Hindu lainnya di dunia. Sebagai contoh, Hindu di Indonesia, secara formal ditunjuk sebagai agama Hindu Dharma, tidak pernah menerapkan sistem kasta. Contoh lain adalah, bahwa Epos keagamaan Hindu Mahabharata (Pertempuran Besar Keturunan Bharata) dan Ramayana(Perjalanan Rama), menjadi tradisi penting para pengikut Hindu di Indonesia, yang dinyatakan dalam bentuk wayang dan pertunjukan tari. Aliran Hindu juga telah terbentuk dengan cara yang berbeda di daerah pulau Jawa, yang jadilah lebih dipengaruhi oleh versi Islam mereka sendiri, yang dikenal sebagai Islam Abangan atau Islam Kejawen.
Semua praktisi agama Hindu Dharma berbagi kepercayaan dengan banyak orang umum, kebanyakan adalah Lima Filosofi: Panca Srada. Ini meliputi kepercayaan satu Yang Maha Kuasa Tuhan, kepercayaan di dalam jiwa dan semangat, serta karma atau kepercayaan akan hukuman tindakan timbal balik. Dibanding kepercayaan atas siklus kelahiran kembali dan reinkarnasi, Hindu di Indonesia lebih terkait dengan banyak sekali yang berasal dari nenek moyang roh. Sebagai tambahan, agama Hindu di sini lebih memusatkan pada seni dan upacara agama dibanding kitab, hukum dan kepercayaan.
Menurut catatan, jumlah penganut Hindu di Indonesia pada tahun 2006 adalah 6,5 juta orang), sekitar 1,8% dari jumlah penduduk Indonesia, merupakan nomor empat terbesar. Namun jumlah ini diperdebatkan oleh perwakilan Hindu Indonesia, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI). PHDI memberi suatu perkiraan bahwa ada 18 juta orang penganut Hindu di Indonesia. Sekitar 93 % penganut Hindu berada di Bali. Selain Bali juga terdapat di Sumatera, Jawa, Lombok, dan pulau Kalimantan yang juga memiliki populasi Hindu cukup besar, yaitu di Kalimantan Tengah, sekitar 15,8 % (sebagian besarnya adalah Hindu Kaharingan, agama lokal Kalimantan yang digabungkan ke dalam agama Hindu).
                                                                             BUDHA
Buddha merupakan agama tertua kedua di Indonesia, tiba pada sekitar abad keenam masehi. Sejarah Buddha di Indonesia berhubungan erat dengan sejarah Hindu, sejumlah kerajaan Buddha telah dibangun sekitar periode yang sama. Seperti kerajaan Sailendra, Sriwijaya dan Mataram. Kedatangan agama Buddha telah dimulai dengan aktivitas perdagangan yang mulai pada awal abad pertama melalui Jalur Sutra antara India dan Indonesia. Sejumlah warisan dapat ditemukan di Indonesia, mencakup candi Borobudur di Magelang dan patung atau prasasti dari sejarah Kerajaan Buddha yang lebih awal.
Mengikuti kejatuhan Soekarno pada pertengahan tahun 1960-an, dalam Pancasila ditekankan lagi pengakuan akan satu Tuhan (monoteisme). Sebagai hasilnya, pendiri Perbuddhi (Persatuan Buddha Indonesia), Bhikku Ashin Jinarakkhita, mengusulkan bahwa ada satu dewata tertinggi, Sang Hyang Adi Buddha. Hal ini didukung dengan sejarah di belakang versi Buddha Indonesia pada masa lampau menurut teks Jawakuno dan bentuk candi Borobudur.
Menurut sensus nasional tahun 2000, kurang lebih dari 2% dari total penduduk Indonesia beragama Buddha, sekitar 4 juta orang. Kebanyakan penganut agama Buddha berada di Jakarta, walaupun ada juga di lain provinsi seperti Riau, Sumatera Utara dan Kalimantan Barat. Namun, jumlah ini mungkin terlalu tinggi, mengingat agama Konghucu dan Taoisme tidak dianggap sebagai agama resmi di Indonesia, sehingga dalam sensus diri mereka dianggap sebagai penganut agama Buddha.

SUMBER : 15 Maret 2014, id.wikipedia.org/wiki/Agama_di_Indonesia

SENI











Mengapresiasi artinya berusaha mengerti tentang seni dan menjadi peka terhadap segi-segi di dalamnya, sehingga secara mampu menikmati dan menilai karya dengan semestinya.
Seni adalah salah satu unsur kebudayaan yang tumbuh dan berkembang sejajar dengan perkembangan manusia selaku penggubah dan penikmat seni.

Kebudayaan adalah hasil pemikiran, karya dan segala aktivitas (bukan perbuatan), yang merefleksikan naluri secara murni.
Seni memiliki nilai estetis (indah) yang disukai oleh manusia dan mengandung ide-ide yang dinyatakan dalam bentuk aktivitas atau rupa sebagai lambang.
Dengan seni kita dapat memperoleh kenikmatan sebagai akibat dari refleksi perasaan terhadap stimulus yang kita terima. Kenikmatan seni bukanlah kenikmatan fisik lahiriah, melainkan kenikmatan banitiah yang muncul bila kita menangkap dan merasakan simbol-simbol estetika dari penggubah seni. Dalam hal ini seni memiliki nilai spiritual.
Kedalaman dan kompleksitas seni menyebabkan para ahli membuat definisi seni untuk mempermudah pendekatan kita dalam memahami dan menilai seni. Konsep yang muncul bervariasi sesuai dengan latar belakang pemahaman, penghayatan dan pandangan ahli tersebut terhadap seni.
Beberapa definisi tersebut antara lain:

  • Ensiklopedia Indonesia Seni adalah penciptaan benda atau segala hal yang karena keindahan bentuknya, orang senang melihat atau mendengar
  • Ki Hadjar Dewantara Seni merupakan perbuatan manusia (penggubah) yang timbul dari perasaannya dan bersifat indah, sehingga dapat menggerakkan jiwa dan perasaan manusia (penerima)
  • Achdiat Kartamihardja Seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksikan realitas ke dalam suatu karya. Bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam batin penerimanya.
  • Aristoteles Seni adalah peniruan bentuk alam dengan kreativitas dan ide penggubahnya agar lebih indah.
  • Leo Tolstoy Seni adalah suatu kegiatan manusia (penggubah) yang secara sadar dengan perantara tanda-tanda lahiriah tertentu menyampaikan perasaan-perasaan yang telah dihayatinya kepada orang lain (penerima) sehingga ikut merasakan perasaan-perasaan seperti yang ia (penggubah) alami.
  • Schopenhaue Seni adalah suatu usaha untuk menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan. Meskipun musik adalah seni yang paling abstrak, tapi tiap orang menyukainya.
  • Thomas Munro Seni adalah alat buatan manusia (penggubah) untuk menimbulkan efek-efek psikologis atas manusia lain (penerima) yang melihatnya. Efek-efek tersebut mencakup segala tanggapan yang berwujud pengamatan, pengenalan, imajinasi yang rasional maupun emosional.
Cabang-cabang Sen

No
Cabang Seni
Bentuk Media
Indera Penikmat
Matra
1.
Rupa
Benda
Penglihatan, Peraba
2 dimensi atau 3 dimensi
2.
Sastra
Tulisan
Penglihatan
2 dimensi
3.
Musik
Suara, benda, manusia, gerak proses
Pendengaran, penglihatan
Waktu, 3 dimensi
4.
Tari
Tubuh manusia, gerak, musik
Penglihatan, pendengaran
Waktu, 3 dimensi
5.
Teater
Manusia, benda/alam, akting, adegan, suara/musik
Penglihatan, pendengaran
Waktu, 3 dimensi
SUMBER :
1. Yayat Nusantara, 2007. Seni Budaya Untuk SMA Kelas X. Bekasi: Penerbit Erlangga, kiossahabatbaru.blogspot.com/2012/05/pengertian-seni.html

Presentasi Culture 89-91

              Universality
•Cultural universals are those traits that distinguish Homo sapiens from other species
•Biological Universals
•Psychological Universals
•Social Universals 


•Certain practices, beliefs, and the like may be held commonly by more than one culture, but not be universal; these are called “generalities.”
•Diffusion and independent invention are two main sources of cultural generalities.
•The nuclear family is a cultural generality since it is present in most, but not all societies.





Minggu, 09 Maret 2014

Etnis, Bahasa, Gender & Budaya

BAHASA adalah lambang bicara yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat. Bahasa sendiri berfungsi sebagai sarana komunikasi dan sebagai sarana integrasi dan adaptasi.


Berikut ini adalah pengertian dan definisi bahasa menurut para ahli:
- BILL ADAMS
Bahasa adalah sebuah sistem pengembangan psikologi individu dalam sebuah konteks inter-subjektif

- FERDINAND DE SAUSSURE
Bahasa adalah ciri pembeda yang paling menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lain


- PLATO
Bahasa pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut


- BLOCH & TRAGER
Bahasa adalah sebuah sistem simbol yang bersifat manasuka dan dengan sistem itu suatu kelompok sosial bekerja sama.

                 

Ref: http://carapedia.com/pengertian_definisi_bahasa_menurut_para_ahli_info494.html



GENDER
Gender dalam sosiologi mengacu pada sekumpulan ciri-ciri khas yang dikaitkan dengan jenis kelamin individu (seseorang) dan peran sosial atau identitasnya dalam bermasyarakat. WHO memberi batasan gender sebagai "seperangkat peran, perilaku, kegiatan, dan atribut yang dianggap layak bagi laki-laki dan perempuan, yang dikonstruksi secara sosial, dalam suatu masyarakat.
Konsep gender berbeda dari seks atau jenis kelamin (laki-laki dan perempuan) yang bersifat biologis, walaupun dalam pembicaraan sehari-hari seks dan gender dapat saling dipertukarkan. Ilmu bahasa (linguistik) juga menggunakan istilah gender (alternatif lain adalah genus) bagi pengelompokan kata benda (nomina) dalam sejumlah bahasa. Banyak bahasa yang terkenal dari rumpun bahasa Indo-Eropa contohnya bahasa Spanyol dan Afroasiatik seperti bahasa Arab, mengenal kata benda "maskulin" dan "feminin" (beberapa juga mengenal kata benda "netral").
Dalam konsep gender, yang dikenal adalah peran gender individu di masyarakat, sehingga orang mengenal maskulinitas dan femininitas. Sebagai ilustrasi, sesuatu yang dianggap maskulin dalam satu kebudayaan bisa dianggap sebagai feminin dalam budaya lain. Dengan kata lain, ciri maskulin atau feminin itu tergantung dari konteks sosial-budaya bukan semata-mata pada perbedaan jenis kelamin.

Ref: http://id.wikipedia.org/wiki/Gender_(sosial)



ETNIK
Kelompok etnik atau suku bangsa adalah suatu golongan manusia yang anggota-anggotanya mengidentifikasikan dirinya dengan sesamanya, biasanya berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama. Identitas suku ditandai oleh pengakuan dari orang lain akan ciri khas kelompok tersebut seperti kesamaan budaya, bahasa, agama, perilaku, dan ciri-ciri biologis.
Menurut pertemuan internasional tentang tantangan-tantangan dalam mengukur dunia etnis pada tahun 1992, "Etnisitas adalah sebuah faktor fundamental dalam kehidupan manusia. Ini adalah sebuah gejala yang terkandung dalam pengalaman manusia" meskipun definisi ini seringkali mudah diubah-ubah. Yang lain, seperti antropolog Fredrik Barth dan Eric Wolf, menganggap etnisitas sebagai hasil interaksi, dan bukan sifat-sifat hakiki sebuah kelompok. Proses-proses yang melahirkan identifikasi seperti itu disebut etnogenesis. Secara keseluruhan, para anggota dari sebuah kelompok suku bangsa mengklaim kesinambungan budaya melintasi waktu, meskipun para sejarawan dan antropolog telah mendokumentasikan bahwa banyak dari nilai-nilai, praktik-praktik, dan norma-norma yang dianggap menunjukkan kesinambungan dengan masa lalu itu pada dasarnya adalah temuan yang relatif baru.

 Ref: http://id.wikipedia.org/wiki/Kelompok_etnik



BUDAYA
Budaya adalah sebuah warisan sosial dengan arti bahwa budaya adalah pemberian suatu hasil akumulasi berbagai macam interaksi sosial dimasa lalu kepada generasi setelahnya untuk kemudian berulang seperti sebuah siklus. Siklus itu hanya akan terputus jika budaya (warisan) itu tidak lagi diulang oleh generasi selanjutnya. Artinya budaya akan terus menjadi sebuah warisan, jika masyarakat terus menggunakannya sebagai bagian dari keterinteraksian antar mereka.

Budaya adalah sebuah warisan sosial juga adalah segala sesuatu yang tercipta atau dilakukan oleh sekumpulan individu disuatu tempat tertentu di masa lalu dan kemudian melalui waktu hingga sampai di masa selanjutnya. Pemberian itu kemudian diulang sebagai sebuah tradisi yang sebagian berasal dari warisan masa lalu oleh generasi sekarang

Ref: http://malikkulshaleh.blogdetik.com/2011/09/30/budaya-adalah-warisan-sosial/

Senin, 03 Maret 2014

Sosiologi, Psikologi & Antropologi

             Sosiologi
    1. Allan Jhonson mengatakan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.
    2. Emile Durkheim mengatakan sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu.
    3. Max Weber mengatakan sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial
    4. Pitirim Sorokin mengatakan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.
    5. Roucek & Waren mengatakan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok sosial.
    6. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi mengatakan sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.
    7. Soejono Sukamto mengatakan sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.
    8. Soerjono Soekanto mengatakan sosiologi adalah ilmu yang kategoris, murni, abstrak, berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris, serta bersifat umum.
    9. William Kornblum mengatakan sosiologiadalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.
    10. William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf mengatakan sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, dapat dipahami yang dimaksud dengan sosiologi  adalah suatu kajian ilmu tentang tingkah laku manusia di dalam kelompok mengenai fakta-fakta sosial atau kenyataan yang berisikan cara bertindak, cara perpikir dan cara merasakan sesuatu.
Psikologi 
Filsafat adalah hasil akal manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya. Dalam penyelidikannya, filsafat memang bertengkar dari pada yang dialami manusia, karena tak ada pengetahuan jika tidak bersentuhan lebih dahulu dengan indra, sedangkan ilmu yang hendak menelaah hasil pengindraaan itu tidak mungkin mengambil keputusan dengan menjalankan pikiran, tanpa menggunakan dalil dan hukum pikiran yang tidak mungkin dialaminya. Bahkan pikiran manusia itu ada serta mampu mencapai bagaimana budi manusia dapat mencapai kebenaran itu.

Sebaliknya, filsafat pun memerlukan data dari ilmu. Jika, ahli filsafat manusia hendak menyelidiki manusia itu serta hendak menentukan apakah manusia itu, ia memang harus mengetahui gejala tindakan manusia. Dalam dengan hasil penyelidikannya. Kesimpulan filsafat tentang kemanusiaan akan sangat pincang dan mungkin jauh dari kebenaran jika tidak menghiraukan hasil psikologi (Poedjawijatna, 1991).

Dalam berbagai literatur disebutkan, sebelum menjadi disiplin ilmu yang mansiri, psikologi memiliki akar-akar yang kuat dalam ilmu kedokteran dan filsafati yang hingga sekarang masih tampak pengaruhnya. Dalam ilmu kedokteran, psikologi berperan menjelaskan apa-apa yang berfikir dan terasa oleh organ-organ biologis (jasmaniah). Adapun dalam filsafati yang memecahkan masalah-masallah rumit yang berkaitan dengan akal, kehendak, dan pengetahuan.



Bruno, seperti dikutip Syah (1995:8), membagi pengertian psikologi dalam tiga bagian yang pada prinsipnya saling berhubungan. Pertama, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “roh'. Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidupan mental', Ketiga, Psikologi adalah ilmu pengetahun mengenai :roh”, Kedua,psikologi adalah ilmu pengetahuan “mengenai mental”, Ketiga psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.



Pengertian pertama merupakan definisi yang paling kuno dan klasik (bercita rasa tinggal dan bersejarah) yang berhubungan dengan filsafati Plato (427-347 SM) dan Aristoteles (384-322 SM). Mereka menganggap bahwa kesadaran manusia berhubungan dengan rohnya. Oleh karena itu, studi mengenai kesadaran dan proses mental manusia merupakan bagian dari studi tentang roh.

Antropologi

Pengertian Antropologi
Salah satu cabang Ontologi adalah Antropologi. Antropologi merupakan filsafat yang membahas tentang manusia. Antropologi mempersoalkan siapakah manusia itu? Apa hakikat manusia? Bagaimanakah hubungannya denga alam dan sesamanya ?

Pendapat Filsuf tentang Manusia
1. Pytagoras
Pytagoras mengajarkan keabadian jiw amansuia dan perpindahannya ke dalam jasad hewan apabila manusia telah mati, dan jiwa hewan itu mati akan berpindah lagi ke jasad lainnya, demikian seterusnya.
2. Demokritus (460-370 SM)
Demokritus mengajarkan bahwa manusia adalah materi. Jiwapun adalah materi yang terdiri atas atom-atom.
3. Plato (428-348)
Plato mengajarkan bahwa manusia terdiri atas tubuh dan jiwa. Tubuh adalah musuh jiwa. Tubuh penuh dengan berbagai kejahatan. Jiwa berada dalam tubuh yang demikian itu, sehingga tubuh merupakan penjara bagi jiwa.
4. Aritoteles (384-322)
Aritoteles menyatakan bahwa manusia meruakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Tubuh dan jiwa hanya merupakan dua segi dari manusia yang satu. Pada saat manusia mati, baik tubuh maupun jiwa, mati.
5. Descartes (1596-1650)
Descartes menegaskan bahwa tubuh dan jiwa adalah dua hal yang sangat berbeda dan harus dipisahkan. Tubuh adalah suatu mesin yang terdiri dari bagian-bagian yang kompleks. Dan jiwa adalah sesuatu yang tidak berbagi, tidak terbatasi oleh ruang dan waktu. Jiwa ditandai oleh berfkir.
6. George Berkeley (1685-1753)
Ia berpendapat bahwa jiwa manusia adalah pusat segala realitas yang tampak. Ia menolak materi, ia seorang spiritualis.
7. Feuerbach
Kata dia, dibalik alam tidak ada Allah. Di balik tubuh tidak ada jiwa. Ia bukan materialisme tapi organisme.
D. Kebenaran Yang Hakiki
Kita mesti menghargai pemikiran manusia, sesuai dengan proporsinya. Memberikan sangkalan dan bantahan dengan logis. Atau dukungan sewajarnya. Yang kita hargai, bukan isi dari pemikirannya. Tapi aktivitas berfikirnya itulah yang kita hargai. Sebab, kalau berbicara isi, maka tidaklah akan ada pemikiran manusia yang menyamai firman Alloh. Firman Allah itulah yang final dan hakiki atas penjelasannya tentang manusia.
Sumber 

Manusia dalam wacana filosofis, Juneman, S.Psi.,C.W.P. Mercu Buana, 2000.
http://dwicitranurhariyanti.wordpress.com/tugas-kuliah/10-pengertian-psikologi-budaya-filsafat-sosiologi/
http://kulpulan-materi.blogspot.com/2012/03/hubungan-psikologi-dengan-filsafat.html
http://filsafatindonesia1001.wordpress.com/2009/08/01/filsafat-antropologi/